Wednesday, April 15, 2020

Doa untuk Keluarga



Dulu aku ingat, waktu tidak ada rumah
Kamu berbaik hati
Membantu aku mengurangi lelah
Menawarkan tempat tidur dan kasih sayang orang tua
Akomodasi keseharian
Kadang uang jajan, kadang berbentuk masakan

Susah
Sekarang susah
Tapi aku masih berdoa
Semoga semua masih baik baik saja

Ibu ku juga, dia
Bapak ku juga, dia
Adik ku juga, mereka berdua

Inun makin cantik, Elsa makin tinggi
Lapak dihalaman rumah semakin rapi

Semoga bapak semakin murah rejeki

Semoga ibu lebih sabar lagi

Saturday, March 28, 2020

minta minta bu minta bu minta



Motor lalu Lalang
Klakson kencang kencang
Aduh
Semuanya pada repotin urusan masing masing
Ada yang kejar target sampai lupa makan siang
Orang orang yang jalan di troatar lupa melihat kiri dan kanan
Namanya juga troatar, tempat nya pejalan kaki
Laju, pelan

Pokoknya harus bisa check lock tepat waktu

Kalau aku jadi dia, pasti aku ikutan pusing
“Ada apa sih dengan dunia ini? Kapan ya tidak ribut?”
benaknya pasti begitu
Cuman ya namanya masih anak anak umur 2 tahun, mana ngerti ba bi bu
yang penting siang makan nasi kalau malam minum susu

Aku elus rambut anak ku
pelan pelan sambil menghembuskan mantra mantra
kalau kelak ia sudah besar, harus jadi lebih dari ibunya

Aku lanjut elus kepala anak ku, tangan kiri menahan cup aqua
semoga rejeki ku hari ini bisa untuk makan kami berdua

Monday, February 11, 2019

Marah

Jati diri belum terungkap tuntas, padahal umur sudah kepala dua 


Pindah pindah kerja, padahal konsistensi yang paling utama

Masih tolong – tolong masalah orang, padahal diri sendiri kemana mana

Ketawa ketawa, padahal sering nangis waktu tidak ada siapa siapa

"Coba, coba di atur lagi", kata orang orang
"Coba, coba, kamu kan sudah dewasa", kata orang orang
"Coba, coba, jangan diam saja", kata orang orang

Coba, coba

Coba, coba

Jati diri belum terungkap tuntas, orang orang terus sibuk

Dengan saran ini dan yang ini

Aku tau tiada niatan buruk

Tapi tolong di mengerti

Kalau diri ini terus di tusuk

Bisa bisa
Bisa bisa

Kau fikir lah sendiri

Monday, June 18, 2018

Anderiyani

tadi pagi aku naik motor ke cawang, Redemption pun aku putar berulang-ulang. 
semuanya terasa sangat lambat, sampai sampai tak terasa sudah tiba ditempat. 
tempat tinggal ku juga sepi sekali, wifinya jadi kencang, download brazzers sealbum, menitnya bisa dihitung pakai jari. 

tapi ya itu, kumpul kumpul bersama keluarga aku lewati. 
perkara sejuta, aku jadi hanya bisa bersapa lewat suara. 

lucu, akhir akhir ini aku sensitif. 
makan ketupat, jadi ingat rumah. 
padahal resiko sebagai perantau seperti ini harusnya sudah lumrah.
 
dadaku kosong, dari lebaran pertama sampai ketiga bapak ku nelfon terus. 
katanya 'aya, makan lah sana, nanti kurus' 
aku ketawa saja, 'iya pa, nanti aku ke pasar rebo, teman ku menawarkan makanan, boleh dimakan sepuasanya'. 

dadaku kosong, dari teman ku yang akrab sampai yang kenal kenal saja pada saling mengunjungi. 
mereka snapgram nastar kastangel kue salju pakai emot hati. 
tak lama kemudian upload foto dan bikin aku iri.
 
dadaku kosong, lebaran ini aku lebih rindu mamak ku. 
dulu udang asam manis selalu jadi pilihan nomor satu. 
dimasak untuk open house, malah habis sebelum datang nya tamu.
 
hari raya untuk ku tidak lagi sama, sejak sembilan tahun lalu di lebaran kedua. 

dadaku seminggu ini kosong sekali, mungkin karena aku rindu Anderiyani. 

Sunday, June 17, 2018

Sini, sayang.

aku dengar dari gosip jalanan
kamu berkoar koar tentang si bajingan
menebar benci perkara disakiti
tapi masih mendoakan nya di malam hari


--


oalah sayang oalah cinta
sisa sisa diriku, sudah kau buang semua
dari nomor telefon, sampai semua sosial media
tapi foto kita berdua, masih saja kau pasangkan pigura 


--


"jangan pernah datang lagi", ungkapmu
"ini hati, bukan untuk kau injak lagi
biar aku mencari yang lain, yang lebih mengerti"
tapi masih saja, tipe seperti aku, kau jadikan panutan,
untuk mereka yang hendak mendaftar sebagai pengganti


--


kamu tau hatimu mau siapa
tapi egomu berdiri, tegap kuat seperti baja
jadi lalu membuatmu bingung harus apa
sampai kau harus benci padahal kau cinta